Inilah Jawaban Jitu, Bagaimana Cara Meredakan Kemarahan Suami Menurut Islam

shares |

Blognya Keluarga Sakinah - Kita akan bahas topik, suami marah apa yang harus dilakukan? atau pertanyaan semisalnya ketika suami marah apa yang harus dilakukan istri? dan tentu saja solusinya Bagaimana Cara Meredakan Kemarahan Suami Menurut Islam?

Cara Meredakan Kemarahan Suami Menurut Islam


Ya, namanya rumah tangga tak akan lepas dari situasi dimana ada sesuatu yang 'menganggu' perasaan baik suami maupun istri. Apakah itu sifatnya secara sengaja, maupun tidak sengaja. Intinya, hal yang demikian itu mengakibatkan pasangan kita jadi marah. Kadang juga kita sebagai istri mikirnya, "ini suami kenapa marah tanpa sebab?"

Nah, daripada habis kita menyelidiki sebab sebab suami marah (tak ada habisnya dan cuman bikin capek), lebih baik kita belajar bagaimana agar suami marah dan mendiamkan istri itu bisa segera selesai. Agar kehidupan rumah tangga kita jadi adem dan harmonis kembali.

Mau mempelajarinya? Ini diambil dari kisah wanita yang luar biasa ilmunya...

Wanita yang dikisahkan dia berhasil membuat suaminya semakin mencintainya, semakin tergila gila padanya. Padahal awalnya si suami itu marah marah kepadanya. Tetapi, ketika tahu jurusnya, dengan waktu yang lama, berbalik si suami akan tunduk dan tahu diri malu sama kelakuannya sudah memarahi para istri.

Pada penerapannya, butuh latihan, konsistensi, dilandasi hati yang ikhlash. Ilmu ini mengambil pelajaran dari sabda rasulullah shalallahu'alaihi wa salam yang sangat romantis mengenai pergaulan suami istriDiriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى

“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)

Sebuah ajaran agung, dari Rasulullah...

Bagaimana Cara Meredakan Kemarahan Suami Menurut Islam


Nggak pake lama, ayo simak...

Seorang Ayah bercerita pada anak perempuannya:
"Suatu hari seorang wanita tua diwawancarai oleh seorang presenter dalam sebuah acara tentang rahasia kebahagiaannya yang tak pernah putus. Apakah hal itu karena ia pintar memasak? Atau karena ia cantik? Atau karena ia bisa melahirkan banyak anak, ataukah karena apa?"

Wanita itu menjawab:

“Sesungguhnya rahasia kebahagiaan suami istri ada di tangan sang istri, tentunya setelah mendapat taufik dari Allah. Seorang istri mampu menjadikan rumahnya laksana surga, juga mampu menjadikannya neraka.
Jangan Anda katakan karena harta!Sebab betapa banyak istri kaya raya namun ia rusak karenanya, lalu sang suami meninggalkannya.
Jangan pula Anda katakan karena anak-anak!Bukankah banyak istri yang mampu melahirkan banyak anak hingga sepuluh namun sang suami tak mencintainya, bahkan mungkin menceraikannya.
Dan betapa banyak istri yang pintar memasak.Di antara mereka ada yang mampu memasak hingga seharian, tapi meskipun begitu ia sering mengeluhkan tentang perilaku buruk sang suami.”

Maka sang peresenter pun terheran, segera ia berucap: “Lantas apakah rahasia nya?”
Wanita itu menjawab: “Saat suamiku marah dan meledak-ledak, segera aku diam dengan rasa hormat padanya. Aku tundukkan kepalaku dengan penuh rasa maaf. Tapi janganlah Anda diam yang disertai pandangan mengejek, sebab seorang lelaki sangat cerdas untuk memahami itu.

Kenapa Anda tidak keluar dari kamar saja?” tukas presenter.
Wanita itu segera menjawab: “Jangan Anda lalukan itu! Sebab suamimu akan menyangka bahwa Anda lari dan tak sudi mendengarkannya. Anda harus diam dan menerima segala yang diucapkannya hingga ia tenang. Setelah ia tenang, aku katakan padanya; 'Apakah sudah selesai?' Selanjutnya aku keluar…. sebab ia pasti lelah dan butuh istirahat setelah melepas ledakan amarahnya. Aku keluar dan melanjutkan kembali pekerjaan rumahku.

Apa yang Anda lakukan? Apakah Anda menghindar darinya dan tidak berbicara dengannya selama sepekan atau lebih?” tanya presenter penasaran.
Wanita itu menasehati: “Anda jangan lakukan itu, sebab itu kebiasaan buruk. Itu senjata yang bisa menjadi bumerang buat Anda. Saat Anda menghindar darinya sepekan sedang ia ingin meminta maaf kepada Anda, maka menghindar darinya akan membuatnya kembali marah. Bahkan mungkin ia akan jauh lebih murka dari sebelumnya.

“Lalu apa yang Anda lakukan?” tanya sang presenter terus mengejar.
Wanita itu menjawab: “Selang dua jam atau lebih, aku bawakan untuknya segelas jus buah atau secangkir kopi, dan kukatakan padanya, Silakan diminum. Aku tahu ia pasti membutuhkan hal yang demikian, maka aku berkata-kata padanya seperti tak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.”

Apakah Anda marah padanya?” ucap presenter dengan muka takjub.
Wanita itu berkata: “Tidak. Dan saat itulah suamiku mulai meminta maaf padaku dan ia berkata dengan suara yang lembut.”

“Dan Anda mempercayainya?” ujar sang presenter.
Wanita itu menjawab: “Ya. Pasti. Sebab aku percaya dengan diriku dan aku bukan orang bodoh. Apakah Anda ingin aku mempercayainya saat ia marah lalu tidak mempercayainya saat ia tenang?”
“Lalu bagaimana dengan harga diri Anda?” potong sang presenter.

Harga diriku ada pada ridha suamiku dan pada tentramnya hubungan kami. Dan sejatinya antara suami istri sudah tak ada lagi yang namanya harga diri. Harga diri apa lagi ?!!! Padahal di hadapan suami Anda, Anda telah lepaskan semua pakaian Anda!”

Kata mutiara bijak mengendalikan marah dalam islam yang bisa kita kutip dari kisah di atas, "Harga diriku ada pada ridha suamiku dan pada tentramnya hubungan kami". Ah ucapan yang luar biasa, tak akan keluar kecuali dari istri yang benar benar berkualitas dan mengenal masa depannya di akhirat.

Tuntunan Mengatasi Marah Menurut Agama Islam


Sedikit bonus dan tambahan, ketika suami marah atau utamanya diri marah, kita bisa berlindung kepada Allah. Membaca isti’âdzah (doa mohon perlindungan) dari setan yang terlaknat.

سَمِعْتُ سُلَيْمَانَ بْنَ صُرَدٍ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اسْتَبَّ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَغَضِبَ أَحَدُهُمَا فَاشْتَدَّ غَضَبُهُ حَتَّى انْتَفَخَ وَجْهُهُ وَتَغَيَّرَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ الَّذِي يَجِدُ فَانْطَلَقَ إِلَيْهِ

Diriwayatkan dari Sulaimân bin Shurd Radhiyallahu anhu berkata, “Aku pernah duduk di samping Nabi saat dua orang lelaki tengah saling caci. Salah seorang dari mereka telah memerah wajahnya, dan urat lehernya tegang. Beliau bersabda, “Aku benar-benar mengetahui perkataan yang bila diucapkannya, niscaya akan lenyap apa (emosi) yang ia alami. Andai ia mengatakan: a’ûdzu billâhi minasy syaithânir rajîm, pastilah akan lenyap emosi yang ada padanya [HR. al-Bukhâri no. 3282, Muslim no. 2610]

Landasan hadits ini adalah firman Allah Azza wa Jalla

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui [al-A’râf/7:200]

Jangan malah ikutan emosi, yang menyebabkan segala sesuatunya makin ruwet. Semoga tips di atas bisa bermanfaat bagi anda sekalian. Ingat disharekan ya ke akun sosial mediamu, agar jadi pahala.


Artikel Yang Berkaitan, Baca Terusannya

0 comments:

Post a Comment